Watch Morning Glory (2010) | Synopsis and Review

 You wouldn't be completely wrong to assume that Aline Brosh McKenna is still trying to capitalize on her success in writing The Devil Wears Prada (2006) to compose the story of Morning Glory: these two stories share the perspective of a young woman who is persistently pursuing her career in an environment. a job that he seems incapable of tackling. Even so, Morning Glory still has its own advantages when this film is able to provide the audience with a quite interesting satirical story about the media industry and the acting support of the actors is very satisfying, especially from Miss Rachel McAdams who appears so charming throughout the duration of the film.


McAdams stars as Becky Fuller, a producer on the morning television show, Good Morning New Jersey, with dreams of becoming a producer on America's most popular morning television show, the Today Show. The dream seemed to disappear when Becky was suddenly laid off from her job. After a short time without a job, Becky got an offer to become a producer on the morning television show, DayBreak, which is known as the most unpopular morning television show in the United States. However, because of her belief that she could improve DayBreak's performance, as well as because she needed a job, Becky finally accepted the offer.


Becky's first action was to fire Paul McVee (Ty Burrell) as one of the hosts for the DayBreak program because he was deemed to have had a bad influence on the event. This action actually brought new problems for Becky when she finally found it difficult to find the right male host to accompany Colleen Peck (Diane Keaton) to host the event, until finally she ventured to invite a well-known journalist, Mike Pomeroy (Harrison Ford), to fill the event. that position. Mike himself was forced to accept the offer due to the contract he had to live with the television station. Of course, Mike, who comes from a heavy news journalist background, then gave Becky another hard time to do her job.


IFRAME: https://www.youtube.com/embed/s9lWUqraDoU?version=3&rel=1&showsearch=0&showinfo=1&iv_load_policy=1&fs=1&hl=en&autohide=2&wmode=transparent


Obviously, the problems that Becky Fuller's character gets in dealing with Mike Pomeroy's character will certainly remind the audience of the series of problems that Andy Sachs faced in dealing with Miranda Priestly in The Devil Wears Prada. However, in Morning Glory, Aline Brosh McKenna seems to minimize the presence of the main character's personal story outside his office, in addition to presenting the story of Becky's relationship with the character Adam Bennett, played by Patrick Wilson. In this way, the story of Morning Glory feels a bit repetitive in some parts, especially when Becky's daily life has to be faced with Mike's annoying behavior. Even so, the selection of the focus of the story has quite a positive impact on the storyline that is present more sharply in exploring the working side of the media industry.



Mungkin akan terasa sedikit aneh bila Morning Glory, yang merupakan sebuah drama komedi yang juga disertai dengan bumbu-bumbu romantisme, turut dibekali dengan banyak pesan mengenai bagaimana media saat ini seringkali ‘berat sebelah’ dalam menentukan fokus pemberitaan serta memilih berita mana yang layak untuk ditampilkan dan mana yang harus disingkirkan. Morning Glory, dalam beberapa adegan dan dialognya, mampu menghantarkan hal ini dengan sangat baik, bahkan mungkin dengan tanpa disadari para penontonnya. McKenna berhasil menuliskan dialog tajam yang kemudian berhasil dieksekusi dengan sangat baik oleh sutradara Roger Michell (Notting Hill, 1999) menjadi sebuah sajian yang menghibur daripada terkesan sebagai sebuah sarkasme yang berlebihan.


Bagian terlemah dari film ini berada pada paruh ketiga film ini, dimana beberapa karakter mulai dapat menemukan keseimbangan hidup dan kerja mereka. Setelah deretan konflik yang dihadirkan di dua bagian sebelumya, hal ini membuat bagian ketiga terasa sedikit kosong dan terkesan hanya merupakan sebuah perpanjangan adegan daripada sebuah arah menuju tahap kesimpulan film. McKenna menyelipkan satu insiden akhir untuk membuat bagian ini sedikit lebih berisi. Walau terkesan cukup mudah ditebak, namun insiden tersebut setidaknya mampu menjaga intensitas film ini untuk tidak terlalu menurun.


Jika Anne Hathaway harus bersaing dengan Meryl Streep dalam mencuri perhatian penonton di sepanjang The Devil Wears Prada, maka tidak ada satupun pemeran yang mampu mencuri perhatian yang diraih oleh Rachel McAdams di sepanjang film ini. Selain karena karakter yang ia perankan merupakan pusat cerita dari Morning Glory, daya tarik dan karakter McAdams yang enerjik mampu dengan sangat baik menghidupkan karakter Becky. Tidak ada satu momenpun McAdams tampil dengan cela. Morning Glory adalah murni merupakan panggung utama bagi McAdams dan hal itu mampu dimanfaatkannya dengan sangat baik.


Sayang Harrison Ford telah tampil sebagai karakter profesor tua penggerutu dalam salah satu film terburuk tahun lalu. Jika tidak, mungkin apa yang ditampilkan oleh Ford di Morning Glory akan dapat dianggap sebagai sesuatu yang baru dan menyegarkan. Walau begitu, tetap saja Ford berhasil memberikan permainan terbaiknya di film ini. Penampilan yang sempurna juga berhasil diberikan seluruh jajaran pemeran lainnya, khususnya Jeff Goldblum dan Diane Keaton. Sayang, Patrick Wilson kembali harus berada di posisi hanya sebagai ‘kekasih karakter utama’ yang membuatnya terpaksa tidak dapat memberikan penampilan yang lebih dalam lagi untuk karakternya.


Sebagai sebuah drama komedi, Morning Glory sempat beberapa kali berhasil memberikan hiburan segar lewat adegan dan dialog-dialognya yang jenaka. Sayang, beberapa kali naskah cerita film ini terasa sedikit menjemukan akibat beberapa bagian cerita yang terasa sedikit repetitif dan tidak konsisten. Walau begitu, jajaran pemeran film ini berhasil memberikan penampilan terbaik mereka yang sanggup meningkatkan kualitas film ini sedemikian tinggi, khususnya dari penampilan Rachel McAdams yang begitu mempesona. Seperti halnya sebuah tayangan televisi di pagi hari yang ingin memberikan semangat pagi bagi para penontonnya, Morning Glory adalah film cerdas namun dihadirkan dengan ritme yang ringan serta menghibur.


Morning Glory (Bad Robot Productions/Paramount Pictures, 2010)


Morning Glory (2010)


Directed by Roger Michell Produced by J. J. Abrams, Bryan Burk Written by Aline Brosh McKenna Starring Rachel McAdams, Harrison Ford, Diane Keaton, Patrick Wilson, Ty Burrell, Jeff Goldblum, John Pankow Music by David Arnold Cinematography Alwin H. Kuchler Editing by Dan Farrell, Nick Moore, Steven Weisberg Studio Bad Robot Productions Distributed by Paramount Pictures Running time 107 minutes Country United States Language English


Post a Comment

Previous Post Next Post