Watch Monsters University (2013) | Synopsis and Review

 monsters-university-header


When it comes to Pixar Animation Studios, everyone comes with an unreasonable high expectation. Not wrong. Since starting their adventure with Toy Story (1995) and then presenting films such as Finding Nemo (2003), The Incredibles (2004), Ratatouille (2007), WALLE (2008), Up (2009) to Toy Story 3 ( 2010) which has not only become a favorite of many audiences but also changed the way most people view animated films, Pixar Animation Studios has become the artist of its own standard for the quality of production of an animated film. It is not surprising that when Pixar Animation Studios released films such as Cars 2 (2011) and even Brave (2012) which were of medium quality (read: quite entertaining but far from special), many audiences began to doubt the consistency of the production house that is now in the world. under the full management of Walt Disney Pictures in bringing back classy animated films. Not wrong… but quite silly.


As a little reminder: Pixar Animation Studios has never produced really bad quality films. If Cars (2006), Cars 2 or Brave were released by other animation production houses, the three animated films will most likely get more credit for their storytelling power. Anyway… Monsters University, which is a prequel to Monsters, Inc. (2001), also seems to be getting the same reaction with the three films. Admittedly, Monsters University comes with a mediocre storytelling quality – in fact, compared to its predecessor, Monsters University has lost so much of its humanistic touch. But does that make Monsters University a bad presentation? Hardly. It may feel too familiar, but this Dan Scanlon-directed film clearly still has many spurs that will be able to make many viewers feel in love with Mike and Sully's characters - even if

they had never seen Monsters, Inc..


With a story script written by Scanlon with Daniel Gerson and Robert L. Baird, Monsters University brings its audience back to the time when Michael “Mike” Wazowski (Billy Crystal) has just entered his studies at Monsters University in fulfilling his childhood dream to become a monster capable of giving fear to small children. The main problem is… Mike doesn't have a scary physical condition at all. As a result, although Mike easily absorbs various knowledge about how to scare a child well, Mike is still underestimated by his dean, Dean Hardscrabble (Helen Mirren), and most of his other students.


Berbeda dengan Mike, James P. “Sully� Sullivan (John Goodman) terlahir dari klan monster yang telah terkenal kelegendarisannya dalam hal menghasilkan rasa takut. Bahkan tanpa mempelajari berbagai trik menakuti yang diberikan di Monsters University, Sully dapat dengan mudah menakuti setiap anak kecil yang ia jumpai dengan raungannya dengan tegas dan kuat. Dengan perbedaan tersebut diantara mereka, jelas dapat dimengerti mengapa Mike dan Sully awalnya begitu saling tidak menyukai satu sama lain. Namun, ketika Dean Hardscrabble kemudian memberikan mereka sebuah tantangan yang dapat mengancam posisi mereka di Monsters University, Mike dan Sully terpaksa harus menyingkirkan perbedaan mereka dan mulai saling bekerjasama untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan tersebut.


Well… memang benar… Sama sekali tidak ada yang istimewa dalam jalan penceritaan Monsters University – yang pada dasarnya merupakan kisah perseteruan antara kelompok jocks dan nerds di bangku kuliah yang kemudian mendapatkan penyesuaian cerita untuk dihadirkan bagi para penonton muda. Konsep-konsep mengenai dunia monster yang pernah disajikan dalam Monsters, Inc. jelas tidak lagi menjadi kejutan cerdas ketika kembali dihadirkan dalam Monsters University. Dan jika Anda adalah salah satu penonton yang mengharapkan untuk mendapatkan sentuhan emosional yang memuncak – sehingga dapat membuat Anda menangis – ketika memilih untuk menyaksikan Monsters University, maka Anda kemungkinan besar akan kecewa dengan presentasi Dan Scanlon untuk film ini. Benar bahwa Monsters University adalah sebuah film tentang rasa persahabatan dan berbagai hal yang terjadi di dalamnya, namun Scanlon sepertinya lebih memilih untuk berfokus pada sisi bersenang-senang dari rasa persahabatan tersebut

daripada menghadirkan sebuah usaha untuk membuat penontonnya menangis akibat rasa haru.


Tapi, sekali lagi, Monsters University, bukanlah sebuah presentasi yang buruk dan jelas akan sulit untuk dibenci oleh penontonnya. Seperti halnya film-film hasil produksi Pixar Animation Studios, Monsters University masih dilengkapi dengan tampilan visual yang begitu memikat. Semenjak lama, Pixar Animation Studios memang telah berhasil mengaburkan (bahkan menghapus) batas antara sebuah film animasi dengan sebuah film live-action – realitas dan ilusi. Hal yang sama juga terjadi pada Monsters University. Meskipun penonton disajikan dengan karakter-karakter yang begitu berwarna dan jelas tidak akan pernah hadir dalam kehidupan nyata, adalah sangat mudah untuk terlupa bahwa presentasi yang sedang tersaji adalah sebuah film animasi akibat kemampuan Pixar Animation Studios dalam menghadirkan detil gambar yang memukau serta tata kamera yang begitu hidup dalam mengikuti setiap pergerakan karakternya.


Kemampuan Scanlon bersama Daniel Gerson dan Robert L. Baird dalam menghadirkan dialog-dialog yang cukup cerdas serta dipenuhi deretan humor yang terasa segar dan menghibur juga layak diberikan kredit lebih. Dan yang terlebih utama, para pengisi suara Monsters University berhasil memberikan kehidupan yang begitu kuat bagi setiap karakter yang mereka sajikan. Billy Crystal dan John Goodman kembali memerankan karakter Mike dan Sully dan hadir dengan chemistry yang begitu terasa erat. Helen Mirren mampu tampil sinis sebagai Dean Hardscrabble. Begitu juga dengan Steve Buscemi yang mengisisuarakan karakter Randall “Randy� Boggs yang dalam Monsters University diberikan sedikit kisah latar belakang mengapa ia menjadi sosok yang antagonis nantinya dalam Monsters, Inc..


Dan masih layaknya film-film persembahan Pixar Animation Studios lainnya, Monsters University juga dibuka dengan kehadiran sebuah film pendek yang berjudul The Blue Umbrella arahan Saschka Unseld. Berbeda dengan film-film pendek produksi Pixar Animation Studios sebelumnya, The Blue Umbrella menghadirkan teknik animasi yang diterapkan pada rekaman fotografi nyata. Sayangnya, meskipun merupakan sebuah keberhasilan teknis yang sangat menawan – serta ditemani dengan tata musik arahan Jon Brion yang begitu menghipnotis, The Blue Umbrella kurang mampu hadir dalam kualitas penceritaan yang istimewa. It’s nice but otherwise quite forgettable.


Pada akhirnya, adalah sangat mudah untuk memberikan penilaian sesaat bagi Monsters University: Anda akan menganggapnya remeh karena tidak sesuai dengan standar tinggi film-film produksi Pixar Animation Studios sebelumnya yang telah Anda tetapkan sendiri atau Anda hanya cukup menikmatinya dan mengalir dengan segala kekonyolan yang dihadirkan Dan Scanlon dalam presentasi Monsters University. Tidak mudah untuk menyingkirkan ekspekstasi tinggi pada sebuah film karya Pixar Animation Studios, tapi ketika Anda berhasil melakukannya, Monsters University akan cukup mampu menghadirkan waktu-waktu yang sangat menyenangkan untuk setiap penontonnya.


popcorn popcorn popcorn   popcorn3 popcorn2

Monsters University (Pixar Animation Studios/Walt Disney Pictures, 2013) Monsters University (Pixar Animation Studios/Walt Disney Pictures, 2013)


Monsters University (2013)


Directed by Dan Scanlon Produced by Kori Rae Written by Daniel Gerson, Robert L. Baird, Dan Scanlon (screenplay), Dan Scanlon, Daniel Gerson, Robert L. Baird (story) Starring Billy Crystal, John Goodman, Steve Buscemi, Joel Murray, Sean Hayes, Dave Foley, Peter Sohn, Charlie Day, Helen Mirren, Alfred Molina, Nathan Fillion, Aubrey Plaza, Tyler Labine, John Krasinski, Bonnie Hunt, Bill Hader, Bobby Moynihan, Julia Sweeney, Beth Behrs, Bob Peterson, John Ratzenberger, Noah Johnston Music by Randy Newman Cinematography Matt Aspbury, Jean-Claude Kalache Editing by Greg Snyder Studio Pixar Animation Studios/Walt Disney Pictures Running time 103 minutes Country United States Language English


Post a Comment

Previous Post Next Post